Posted by: calvellous | 11 May, 2008

Segitiga Bermuda ( Part III )

Kegembiraan Christopher Columbus dan awak kapalnya menemui benua Amerika pada 1492 tiba-tiba saja berubah menjadi mimpi yang mengerikan. Tanpa diduga, ketika meneruskan pelayaran, kawanan ekspedisi tidak hanya menemui benua baru itu tetapi berhadapan dengan fenomena misterius yang menyeramkan.

Di tengah samudera luas, secara tiba-tiba jarum kompas di kapal Columbus bergerak tanpa arah yang pasti. Kejadian-kejadian aneh semakin membingungkan karena ia berlayar ketika cuaca di luar kapal begitu baik.

Peristiwa mistik tidak berakhir di situ saja. Tidak lama selepas itu, ketika malam datang, mereka dikejutkan dengan kemunculan bebola api yang terjatuh ke dalam laut tidak beberapa jauh daripada kapal berlayar.

Mereka juga melihat satu lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja. Pengalaman aneh itu dicatatkan Columbus ketika menceritakan mengenai ekspedisinya meninjau wilayah baru itu.

Dalam meneliti kawasan Amerika yang baru dijumpai itu, pelayar tersebut mungkin sedikit heran selepas mendapati kawasan itu bukanlah bumi biasa, terdapat sesuatu yang misteri mengenai wilayah itu.

Memang wilayah mistik yang dilalui Columbus itu terus dikenal misteri hingga kini. Kawasan yang terletak antara Miami di Florida, Puerto Rico di Jamaica dan Bermuda itu terus menyimpan rahasia yang tidak dapat dipecahkan selama ratusan tahun. Columbus dan ahli ekspedisinya boleh dikatakan agak beruntung dibandingkan pihak lain yang melalui kawasan yang kini dikenali ‘Segitiga Bermuda’ itu.

Ahli pelayaran abad ke-15 itu sekadar diperlihatkan kejadian aneh dan mistik saja, tetapi ratusan kapal dan pesawat yang melalui perairan itu selepas Columbus terus manghilang tanpa dapat dilacak! Peristiwa terbesar yang pernah terjadi di Segitiga Bermuda adalah lenyapnya kapal perang Inggris yaitu Atlanta pada 1880. Kapal besar itu melalui kawasan perairan bermuda, kemudian lenyap bersama 300 awak kapal di dalamnya.

Rupanya Segitiga Bermuda tidak hanya ‘menelan’ kapal laut yang melalui kawasan perairannya tetapi juga di udara yang terdapat dalam lingkungan pertemuan tiga titik. Selain kapal laut, pesawat yang terbang di Segitiga Bermuda yang memiliki luas kira-kira 1.2 juta kilometer persegi itu turut raib.

Peristiwa terbesar diudara adalah kejadian hilangannya pesawat pada 1990, lima jet Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah patroli melintasi wilayah laut itu terus raib dari radar pusat pangkalan udara pada 5 Desember 1945, ketika waktu masih siang. Komandan penerbangan sempat terhubung dengan pusat pangkalan udara dan melaporkan bahwa mereka mengalami ‘gangguan’ sebelum semua pesawat itu raib beberapa menit kemudian tanpa sempat memberi isyarat SOS.

Kehilangan lima pesawat itu menyebabkan sebuah pesawat lain yaitu Martin PBM-3 Mariner diterbangkan untuk operasi mencari tetapi pesawat itu turut lenyap bersama 13 anggota di dalamnya. Operasi pencari turut gagal untuk menemukan serpihan pesawat berkenaan.

Tahun demi tahun berlalu, sekitar 1990 seorang peneliti menjumpai kerangka pesawat di pantai Fort Launderdale, Florida. Setelah diteliti ternyata kerangka itu milik TBF Avenger yang hilang lebih 30 tahun sebelumnya.

Konflik lebih menarik terjadi dalam proses pencarian pesawat pengangkut C-119 Flying Boxcar yang hilang pada 7 Jun 1965. Seperti kasus lain, pesawat itu terbang melalui Segitiga Bermuda dan terus hilang tanpa jejak. Operasi penyelamatan dikerahkan tetapi tetap tidak menjumpai jejak serpihan ataupun mayat anggota dalam pesawat itu. Kehilangan itu terus menjadi misteri hingga pada 1973, seorang pengkaji UFO mengemukakan teori yang menarik sampai banyak pihak meneruskan artikelnya yang diterbitkan Biro UFO Antarabangsa. Dalam artikel itu dimuat tentang kenyataan astronot Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II. Mereka menceritakan pada waktu hilangnya pesawat C-119, dua angkasawan itu sedang mengamati wilayah sekitar Kepulauan Hawaii. Menurut catatan NASA, pada tanggal 3 hingga 7 Jun 1965, kedua astronot itu sedang melakukan eksperimen di luar kapsul Gemini dan McDivitt menyatakan dia melihat sebuah UFO meluncur di udara perairan Hawaii. Beberapa menit kemudian, White turut menyaksikan objek lain yang berbentuk serupa.

Sejak itu, cerita mengenai UFO yang ‘menculik’ C-119 terus heboh sehingga menarik perhatian banyak pihak. Bagaimanapun, pihak yang skeptikal dengan kenyataan itu tetap menyangkal dengan tanggapan bahawa kedua astronot itu mungkin hanya berhalusinasi.

Hingga kini, kasus lenyapnya pesawat C-119 Flying Boxcar, TBF Avenger, Martin PBM-3 Mariner, kapal laut Atlanta serta ratusan lagi kasus kapal dan pesawat di kawasan itu terus menjadi misteri dan tidak dapat diselesaikan.

Bagaimanapun, terdapat persamaan dalam kebanyakan kasus-kasus tersebut, yaitu ketika keadaan cuaca baik, kapal dan pesawat tidak memiliki masalah atau kerusakan teknikal, hubungan radio antara pesawat dan kapal dengan pusat pangakalan berjalan biasa sampai akhirnya terus terputus tanpa disangka.

Banyak teori dikaitkan sebagai misteri Segitiga Bermuda. Ada yang mengemukakan teori lingkungan waktu, medan graviti terbalik, anomali magnetik-graviti, fenomena gempa laut, serangan gelombang besar termasuk dikaitkan dengan lubang hitam di angkasa. Teori lebih fenomenal adalah wilayah itu dikatakan markas UFO di Bumi ini, pusat pemerintahan kota Atlantis yang tenggelam ribuan tahun lalu, kota manusia duyung dan pusat persembunyian Jin.

Walau pelbagai teori dikemukakan, tiada satu pun yang menyingkap rahasia mengenai misteri wilayah segitiga itu. Selepas lebih 500 tahun dari peristiwa mistik yang menghantui Columbus, pelbagai kejadian aneh bagaikan tidak berkesudahan sekaligus meletakkan Segitiga Bermuda sebagai antara wilayah paling misteri di dunia ini.

Posted by: calvellous | 11 May, 2008

Segitiga Bermuda ( Part II )

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle), terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Bermuda

Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’ , setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut.

Perusahaan asuransi laut Lloyd’s of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas methana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia,sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda,sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam. Dan bahkan ada yang mengatakan Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas,sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat.

Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.

Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.

Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.

Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap “penyebab dan alasannya tidak diketahui”.

* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.

Posted by: calvellous | 11 May, 2008

Misteri Segitiga Bermuda ( Part 1 )

Sebenarnya tempat misteri ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu.  Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat.  Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika.  Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya.  Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, yaitu di sebuah danau
yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.

Segitiga Bermuda
Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.

Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian.  Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda.  Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”.  Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi.  Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain.  lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek.  Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO.  Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.

Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”.  Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama.  Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya.  Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.

Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan.  Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam.  Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap.  banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan.  Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia.  Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam.  Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.

Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan.  Konon perairan Karibia merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus.  Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi).

“Ubur-ubur raksasa” itu seperti mampu mengganggu jarum kompas dan menyerap energi fisik.  Mungkin “ubur-ubur raksasa” itu bukan binatang, melainkan pangkalan UFO yang dapat keluar masuk dari dalam laut. Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol.  Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km.  Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963.  Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya.  Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.

Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm.  Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi).  Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields.  Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu.  Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya?

Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut.

Melihat kenyataan-kenyataan yang ada dan bukti yang dpat dipertahankan itu, timbullah berbagai macam bentuk teori yang mungkin berbeda satu sama lain. Teori-teori yang pernah dikemukakan untuk membuka misteri hilangnya kapal itu, antara lain:

1. Adanya bahaya alam/gempa yang dapat menarik kapal tersedot.
2. Adanya bermacam-macam arus yang berkumpul di daerah Segitiga Bermuda itu, sehingga mungkin saja arus bawah tiba-tiba berubah ke permukaan dan menyebabkan pusaran air.
3. Ditemukan Blue Hole, tapi masih diragukan, karena kapal yang besar seperti tanker/kapal induk tak mungkin mampu disedot oleh Blue Hole.
4. Terjadi gempa yang menyebabkan tanah retak besar dan air membentuk pusaran dan menyedot kedalamnya.
5. Adanya puting beliung atau pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena dihempaskan.

Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain (entah benar atau tidak). Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba.  Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan pristiwa itu, tapi tak ada yang mempercayainya.

Pernahkah anda mendengar kisah alien abduction yang dialami oleh Herbert Schirmer yang mempunyai pangkalan di lepas pantai Florida (Segitiga Bermuda) dan salah satu kutub bumi? Mungkin tempat itu merupakan pangkalan UFO yang bertujuan kurang baik?

Kitapun mempunyai hal yang sama seperti Segitiga Bermuda, yaitu kisah misteri Nyai Roro Kidul, sayangnya hal itu tak pernah diselidiki secara ilmiah.  Apakah di sana juga terdapat pangkalan UFO? Laut Selatan dipercaya orang sebagai tempat tinggal jin. Sebuah buku karangan Muhammad Isa Dawud yang berjudul “Dialog dengan Jin Muslim” mengemukakan bahwa segitiga bermuda merupakan kawasan hunian para jin (halaman 83-96).

Apakah pesawat dan kapal yang hilang di segitiga bermuda “ditransfer” ke dimensi lain? Adakah hubungan segitiga bermuda dengan Atlantis? Adakah hubungan dengan “chupacabra” yang dijumpai di Puerto Rico (dekat Segitiga Bermuda)? Dan yang unik adalah, segitiga bermuda cukup dekat dengan peluncuran roket NASA (Florida)?

Posted by: calvellous | 29 April, 2008

Octavarium Review – Part I

Album studio ke-8 milik Dream Theater, Octavarium, adalah album paling kompleks, misterius dan banyak hal2 yang tersembunyi. Pada sesi wawancara dengan sebuah stasiun radio, Mike Portnoy (drummer) menyatakan bahwa album ini adalah salah satu album yang penuh dengan hal-hal tersembunyi yang paling besar.
Pada halaman ini akan gue ceritain segala sesuatu tentang Octavarium (yang gue ketahui) dalam sebuah penjelasan yang panjang. Terima kasih untuk anggota forum di MikePortnoy.com yang berusaha menemukan hal-hal tersembunyi dalam album ini.

Pembukaan

Hal yang paling menonjol dari album Octavarium adalah pengungkapan ide bahwa sesuatu adalah berputar, kembali kepada diri sendiri, dan suatu akhir adalah awal dari hal itu sendiri. Satu oktaf nada (dimana kata octavarium diambil) dimulai dan diakhiri pada nada yang sama.
Octavarium juga merupakan kelanjutan secara logis dari album sebelumnya (Train of Thought), dimana nada awal lagu pertama pada album octavarium (The Root Of All Evil) dimulai dengan nada yang sama (F) dengan nada akhir dari lagu terakhir pada album Train of Thought (In the Name of God). Pakem ini telah dimulai oleh Dream Theater sejak album ke 5 mereka, Metropolis Pt. 2 – Scenes From a Memory.

Simbol-simbol yang banyak terdapat pada design album octavarium adalah bentukan oktagonal bersisi 8 dan 5 bintang. Angka-angka ini, 8 dan 5, menggambarkan keberadaan octavarium dan Dream Theater sendiri secara umum, dan ini banyak terlukiskan pada album ini.

Acuan dari sejarah tentang Octavarium sendiri sangatlah terbatas. Satu-satunya sejarah yang tercatat pada buku sejarah Vatican mengenal kata Octavarium Romanum. Kata ini mengacu pada acara ritual tahunan yang dilakukan oleh kaum Katholik pada zaman dahulu, yang notabene dihiasi oleh banyak angka 5 dan 8. Buku ini menyebutkan bahwa acara ini diawali oleh Sixtus V (1585-1590) dan tidak disebutkan lagi hingga zaman pimpinan Clement VIII (1592-1605) ….. ckckckck

Selain itu, angka 5 dan 8 dalam Octavarium menyimbolkan tentang :
octavarium – mengandung 5 suku kata, konsonan dan vocal
5 anggota DT yang katif
8 total anggota DT sejak berdiri (Tidak termasuk Chris Collins, karena dia hanya bagian dari Majesty – sebelum DT)
Dream Theater memiliki 5 album Live sebelum Octavarium di rilis
Dream Theater dibentuk tahun 1985
5 dari 8 lagu pada album ini direkam menggunakan ‘Hammer of the God’ drum kit, perangkat drum ke-8 yang dimiliki Mike Portnoy selama karirnya

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.